«

»

Alasan Iblis Menolak Perintah Allah SWT

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

e5Awal Mula Pembangkangan Iblis bermula ketika Allah SWT memerintahkannya untuk sujud kepada Adam AS. Iblis pada dasarnya bukan tidak mau bersujud kepada Adam AS. Tetapi dia merasa bahwa iblis lebih mulia daripada Adam AS. Sebab iblis diciptakan dari api, sedangkan Adam AS diciptakan dari tanah. Menurut sang iblis, dari segi asal usul tentulah iblis lebih mulia dari Adam AS. Dan atas dasar itu, maka tidak sepantasnya iblis harus sujud kepada Adam AS. Menurut perhitungan penulis, iblis justru merasa Adam-lah yang harus sujud kepadanya. Hal ini diceritakan dalam Al Qur’an sebagaimana firman-Nya:

Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” menjawab Iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS. Al A’raaf, 7:12).

Selain ketidak pantasan sujud dari segi asal usul, iblis juga merasa apa benar seorang makhluq harus sujud dengan makhluq lain, yang sama-sama ciptaan Allah SWT. Keduanya adalah baru, sehingga tidak sepantasnya yang satu harus sujud dengan yang lain. Kalau untuk sujud dan bahkan kepada yang lebih tinggi, yaitu Allah SWT, pastilah iblis setuju dan ini telah mereka laksanakan dalam waktu yang cukup lama bersama-sama dengan malaikat. Begitu lamanya dan taatnya iblis kepada Allah, sehingga iblis telah disamakan dan atau dikelompokkan dengan kelompok para malaikat, yang tugasnya hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Dalam konteks ini ada tiga kesalahan dan kekeliruan logika berfikir yang dilakukan oleh iblis. Pertama, kemuliaan, kelebihan dan ketinggian derajat seseorang bukanlah didasarkan pada asal usulnya, tetapi didasarkan pada ilmu pengetahuannya. Hal ini dijelaskan Allah SWT kepada para malaikat dalam bentuk ujian, yaitu menyebut nama-nama benda yang telah ditentukan Allah. Para malaikat tidak mampu menjawabnya, sedangkan Adam As mampu menjawab dan bahkan menjelaskannya satu persatu, berikut kegunaannya secara lengkap kepada para malaikat. Atas dasar itu, para malaikatpun bersujud kepada Adam, sedangkan iblis enggan melakukannya. (lihat QS Al-Baqarah : 30-34).

Kedua, sujud yang dimaksud dalam perintah Allah SWT tersebut bukanlah dalam artian menyembah dari iblis kepada Adam, tetapi sujud yang dimaksud itu adalah memberikan penghormatan kepada Adam. Sebab kalau sujud yang dimaksud itu adalah menyembah, tentulah hal itu tidak mungkin diperintahkan oleh Allah SWT kepada hambanya, karena Allah telah menyatakan dirinya sebagai Yang Maha Esa, Yang tidak ada sembahan lain kecuali diri-Nya, Yang tidak boleh disekutukan, Yang Maha Berkuasa, dan Yang Maha-Maha lainnya, sebagaimana disebutkan dalam sifat-sifat-Nya. Sayang sekali hal ini tidak dijelaskan Allah SWT kepada iblis. Kalau Allah SWT menjelaskannya, sebagaimana halnya pada malaikat, barangkali sejarah akan berbeda.

Ketiga, iblis melawan perintah Allah SWT. Yang namanya perintah Allah, maka suka atau tidak suka harus dikerjakan tanpa reserve terlebih dahulu. Tidak mau tunduk atas perintah Allah, itu berarti perlawanan. Perlawanan berarti pengingkaran. Pengingkaran adalah kekafiran tertinggi di hadapan Allah SWT. Iblis seharusnya mengikuti perintah Allah, barulah sambil jalan difikirkan kenapa Allah memerintahkan seorang makhluq harus sujud kepada makhluk lainnya dan bila perlu ditanyakan secara langsung kepada Allah SWT tentang alasan, kenapa iblis yang sama-sama makhluq dengan Adam, harus sujud kepada Adam. Jika ini dilakukan iblis, pastilah Allah SWT akan memberikan penjelasan secara lebih terperinci.

Iblis adalah makhluk yang sombong lagi durhaka maka setelah melakukan kesalahan bukannya meminta pengampunan atau bertaubat akan tetapi terus memperkuat dan menambah kesalahannya. Berikut firman Allah yang menggambarkan dialog antara iblis dengan Allah tentang penolakan perintah sujud pada Adam dengan berbagai alasan :

Allah berfirman: “Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?” Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. (QS. Hijr, 15:32-33).

Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku, apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”. Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS. Shaad, 38:75-76).

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>