«

»

Umur Burung Elang

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

b47Suatu malam seorang ustadz bercerita tentang rahasia burung elang yang konon katanya bisa berumur sangat panjang, setara dengan umur manusia yang cukup tua yaitu 70 tahun! Subhanallah. Yang menarik dari burung elang ini adalah bukan (hanya) umurnya yang tergolong sangat panjang untuk ukuran binatang, tetapi lebih dari itu adalah apa yang telah dilakukan oleh burung elang untuk dapat hidup sepanjang itu.

Ada yang meneliti, katanya burung elang ini memiliki suatu titik penting dalam hidupnya yang menentukan apakah burung elang ini dapat hidup terus sampai umur tujuh puluh tahun atau mati, dan titik penting itu muncul pada fase hidup burung elang di umur 40 tahun (Nabi Muhammad SAW mulai menjadi rasul di umur 40 tahun juga…).

Kondisi tubuh burung elang di umur 40 tahun ini adalah masa-masa dimana seekor elang berada pada titik terendah dari sisi daya hidup (biologis). Paruhnya tua, melengkung panjang dengan ukuran yang tidak sama atas dan bawahnya, yang konsekuensinya tentu si burung akan sulit menggunakan paruhnya untuk mematuk-matuk makanan. Bulu-bulu yang ada di sayap nya pun sudah menebal dan berat sehingga sulit untuk digunakan terbang tinggi. Dan kuku-kuku kakinya yang biasanya menjadi senjata utama untuk mencengkeram mangsanya sudah kaku sehingga sangat sulit untuk dipakai mencengkeram. Dengan kondisi ini semua burung elang berada di simpang jalan, mau tetap hidup atau membiarkan kematian datang mendekat begitu saja tanpa daya. Dengan kekuasaan Allah, si burung elang ini memiliki naluri untuk mempertahankan hidupnya semaksimal mungkin, dan apakah yang akan dilakukan oleh burung elang ini?

Tahap pertama yang akan dilakukan burung elang ini adalah mencari tempat yang tertinggi. Burung ini banyak tinggal di daerah gurun, maka si burung akan mencari gunung atau bukit-bukit berbatu. Meskipun kondisi nya hanya bisa berjalan serta meloncat-loncat, si burung akan tetap berusaha untuk mencapai puncak tertinggi.

Tahap kedua setelah di sampai di suatu puncak maka dia akan mulai dengan membentur-benturkan paruhnya (yang sudah tua) ke batu-batu yang keras, dengan maksud apa? Supaya paruh tersebut hancur tak bersisa. Paruh yang selama 40 tahun menempel di mulutnya tersebut karena fungsinya yang telah hilang secara naluriah oleh si burung elang ini dihancurkan dengan harapan akan tumbuh paruh baru yang lebih muda, kuat dan fungsional. Tentunya sangat menyakitkan menghancurkan paruh sendiri ….Setelah hancur paruh tersebut si burung berhari-hari akan menunggu sampai paruh baru tumbuh. Tentu selama masa menunggu tersebut si burung tidak dapat makan sebagaimana biasanya, tetapi demi tercapainya tujuan yang lebih baik si burung rela dengan kondisi tersebut.

Tahap ketiga setelah si burung elang berhari-hari menjalani masa penuh penderitaan, akhirnya tumbuhlah paruhnya yang baru, lebih muda dan kuat. Paruh ini akan digunakan oleh si burung elang untuk mencabik-cabik kuku-kuku/cakar kakinya yang sudah kaku…Bisa anda bayangkan betapa sakitnya…setelah semuanya selesai kembali si burung elang menunggu berhari-hari sampai tumbuh kuku-kuku/cakar yang kokoh dan kuat. Apakah setelah itu selesai pekerjaan si burung? Tidak! masih ada satu tahapan lagi yang harus dilalui oleh si burung elang, apakah itu?

Yaitu si burung akan mulai mencabuti satu-persatu bulu-bulunya yang menempel di sayapnya, yang telah mendampinginya selama 40 tahun ! Tentunya ini juga merupakan pekerjaan yang sangat menyakitkan bagi si burung. Sampai akhirnya setelah semuanya selesai (dan ini bisa mencapai waktu berbulan-bulan) jadilah si burung elang ‘lahir’ kembali dengan perangkat-perangkat hidup yang lebih kuat: paruh yang tajam, cakar yang kokoh kuat serta sayap dengan bulu-bulunya yang baru. Selesai tahapan penempaan bagi burung ini mulailah si burung elang dapat menjalani hidupnya sampai 30 tahun lagi.

Apakah hikmah yang bisa diambil dari kisah burung elang ini bagi kita?

Bayangkan, betapa menderitanya, badan tanpa bulu, tentu sangat merasakan dingin yang amat sangat di atas puncak bukit, apalagi ketika malam tiba…

Namun setelah proses ’transformasi’ dilaluinya, dia akan dapat hidup perkasa lagi, hingga 30 tahun mendatang. Inilah pelajaran yang Alloh hadirkan untuk kita. KEMAUAN KUAT UNTUK BERUBAH. Terkadang kita enggan, malas, takut untuk melakukan ’transformasi’ diri. Tidak mau berubah atau takut untuk berubah!!

Belajar dari elang, dia tidak takut menjalani proses transformasi, walaupun dia tahu itu akan menyakitkan dirinya. Mengapa tidak takut? Karena dia tahu dibalik kesusahan yang hadir ada kehidupan yang lebih baik.

Perubahan hari esok harus dimulai dengan ilmu. Tidak berilmu tidak bisa beramal soleh lebih baik. Kata Rosul sampaikan walau satu ayat.. WA ini latihan kita untuk bisa menyampaikan ayat-ayat Alloh. Usaha kita untuk memiliki ilmu. Kata Alloh: “Maka beserta kesulitan ada kemudahan, sungguhnya besertanya ada kemudahan..”

Dari Rosululloh:
Ya Alloh, aku berlindung kepada-Mu dari sikap ragu-ragu untuk bertindak dan kesedihan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari lemah bertindak (pesimis, putus asa dan malas). Dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan penindasan (tindak semena-mena) orang-orang kepadaku.” (H.R. Abu Daud)

Dalam kehidupan pun, kadang kita juga harus melakukan keputusan besar untuk memulai suatu proses perubahan. Berani membuang kebiasaan lama yang mengikat kuat, meskipun itu menyenangkan dan membuat kita terlena.
Hanya bila kita bersedia MELEPASKAN beban lama, MEMBUKA DIRI untuk belajar hal-hal BARU. kita mempunyai KESEMPATAN untuk mengembangkan kemampuan terpendam, untuk menjadi manusia yang cahayanya berpendar untuk semestanya.
Tantangan terbesar untuk BERUBAH ada didalam DIRI SENDIRI…

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>