«

»

Pemuda Yang Ikhlas

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

b94Kisah Cerdiknya Seorang Pemuda Yang Ikhlas.
Yang menyaksikan kisah nyata ini berkata :
Suatu hari aku di Mekah, di salah satu supermarket. Setelah aku selesai memilih barang-barang yang hendak aku beli dan aku masukan ke dalam kereta barang maka akupun menuju tempat salah satu kashir untuk antri membayar.

Didepanku ada seorang wanita bersama dua putri kecilnya dan dibelakang mereka ada seorang pemuda yang persis di hadapanku di posisi antrian.

Aku perhatikan ternyata setelah menghitung lalu sang kashir mengatakan, “Totalnya 145 real”. Lalu sang wanitapun memasukan tangannya ke tas kecil untuk mencari-cari uang, ternyata ia hanya mendapatkan pecahan 50 real dan beberapa lembar pecahan sepuluhan real. Aku juga melihat kedua putrinya juga sibuk mengumpulkan uang pecahan real miliki mereka berdua hingga akhirnya terkumpulah uang mereka 125 real.

Maka nampaklah ibu mereka berdua kebingungan dan mulailah sang ibu mengembalikan sebagian barang-barang yang telah dibelinya. Salah seorang putrinya berkata, “Bu.., yang ini kami tidak jadi beli, tidak penting bu..”.

Tiba-tiba aku melihat sang pemuda yang berdiri persis di belakang mereka melemparkan selembar uang 50 real di samping sang wanita dengan sembunyi-sembunyi dan cepat.
Lalu sang pemuda tersebut segera berbicara kepada sang wanita dengan penuh kesopanan dan ketenangan seraya berkata, “Ukhti, perhatikan, mungkin uang 50 real ini jatuh dari tas kecilmu…”.

Lalu sang pemuda menunduk dan mengambil uang 50 realan tersebut dari lantai lalu ia berikan kepada sang wanita. Sang wanitapun berterima kasih kepadanya lalu melanjutkan pembayaran barang ke kashir, kemudian wanita itupun pergi.

Setelah sang pemuda menyelesaikan pembayaran barang belanjaannya di kashir iapun segera pergi tanpa melirik ke belakang seakan-akan ia kabur melarikan diri. Akupun segera menyusulnya lalu aku berkata, “Akhi…sebentar dulu…, aku ingin berbicara denganmu sebentar”.
Lalu aku bertanya kepadanya, “Demi Allah, bagaimana kau punya ide yang cepat dan cemerlang seperti tadi ?”

Tentunya pada mulanya sang pemuda berusaha mengingkari apa yang telah ia lakukan, akan tetapi setelah aku kabarkan kepadanya bahwa aku telah menyaksikan semuanya dan aku menenangkannya serta menjelaskan bahwasanya aku bukanlah penduduk Mekah, aku hanya menunaikan ibadah umroh dan aku akan segera kembali ke negeriku dan kemungkinan besar aku tidak akan melihatnya lagi.

*Gambar hanya ilusterasi saja

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>