«

»

Islam Atau Arab

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

c65Tulisan ini untuk mengajak umat muslim Indonesia lebih kritis dalam memahami tentang Islam dan Arab dengan kebudayaannya, sehingga tidak tidak terperangkap dalam kesesatan pemikiran yang sempit.

1) Menjadi Muslim berbeda dengan menjadi orang Arab, maka Islamisasi jelas-jelas berbeda dengan Arabisasi.
2) Islam bukan ajaran Arab, walau Al-Qur’an berbahasa Arab, dan Nabi Muhammad dari kaum Arab. Islam itu jalan hidup, prinsip hidup bukan keyakinan orang Arab.
3) Faktanya, turunnya Islam justru ditentang kaum Arab di masa itu karena Islam datang mengubah tradisi, keyakinan, kebiasaan jahil orang Arab.
4) Islam datang kepada kaum Arab membawa tatanan yang baru sama sekali, baik dalam hal tradisi, kebiasaan, akhlak, hukum, juga cara hidup.
5) Perlu dicatat, karena Al-Qur’an dan Nabi Muhammad berbahasa Arab, maka bahasa Arab juga tidak bisa dipisahkan dari agama Islam.
6) Juga sebuah kewajaran bahwa agama Islam awalnya disebarkan oleh orang Arab karena memang agama Allah yang pamungkas ini berasal dari sana.
7) Mengenai tokoh-tokoh besar agama Islam ini adalah orang Arab itu pun wajar saja, karena merekalah kaum awal yang beragama Islam.
8) Jadi bisa dikatakan, Arab belum tentu Islam, dan Islam tidak harus Arab, yang jelas Islam itu pasti berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
9) Juga salah besar, bila dikatakan Islamisasi sama dengan Arabisasi, lantas menolak Islamisasi dengan dalih, “Ini Indonesia, bukan Arab.”
10) Apa bedanya? Jelas beda sekali, menjadi Arab atau bukan Arab itu takdir, sedangkan mengambil Islam atau mengabaikannya, itu adalah pilihan.
11) Islam itu Islam, tidak perlu ada pandangan “disana Islam Arab, disini Islam Nusantara”, ini pandangan yang justru memecah-belah Islam.
12) Islam itu ya Islam, panduannya Kitabullah dan Sunnah, Khulafaurrasyidin dan juga tabiin, tabiut tabiin, ulama salaf, apapun madzhabnya.
13) Adapun menjadi Muslim, tidak berarti meninggalkan budaya lokal. Bila bertentang dengan Islam tinggalkan, bila tidak silahkan dilanjutkan.
14) Apa standar meninggalkan dan melanjutkan budaya setelah jadi Muslim? Ya aqidah, bila bertentang dengan aqidah, ya harus tinggalkan.
15) Misalnya seperti budaya membuka aurat, menyembah pohon, ya harus tinggalkan. Beda dengan arsitektur, aneka makanan (halal), ya boleh dilanjutkan.
16) Islam masuk ke Cina, arsitektur masjid mirip pagoda, boleh saja tetapi sembahyang leluhur dengan hio, ya ditinggalkan, itu contohnya.
17) Islam masuk ke Indonesia, maka batik tetap lestari, bahkan menyerap nilai Islam, boleh saja tetapi menyembah batu dan patung harus dihapuskan.
18) Dalam Islam mudah saja, selama tidak dilarang syariat, amalkan saja. Namun bila sudah ada larangan syariat, Islam yang harus diutamakan.
19) Maka di dalam Islam, semua produk (fisik atau non-fisik) selain aqidah, boleh saja diadopsi termasuk teknologi juga termasuk “produk non-aqidah”.
20) Tetapi produk aqidah, selamanya bukan bagian dari Islam. Kita mencukupkan diri pada Kitabullah dan Sunnah, itu yang terbaik.
21) Kesimpulannya, belajarlah Islam, kaji terus Islam, jangan berhenti, taati Allah dan Rasulullah semata, karena kita akan kembali kepada-Nya.
22) Kesimpulan lain, jadi Muslim kamu nggak harus pakai sorban, nggak harus berjubah, yang penting tertutup aurat dan yang jelas pikirmu, lisanmu, amalmu, harus berazas Islam.
23) Jangan sampai terbalik, kamu pakai sorban, pakai sarung, mengenakan peci, jubah, tetapi pola pikirmu dan referensimu liberal, jauh dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah.
24) Lebih bagus kamu memakai batik, kemeja, kaos, celana, lalu setiap kamu mikir, lisan, amal, semua ada dalil Kitabullah dan Sunnah.
25) Lebih bagus lagi, kamu memakai peci, memakai sarung, mengenakan sorban, berjubah dan semua pikiran, lisan, amalmu, azasnya Kitabullah dan Sunnah, itu.

Jadi di dalam agama Islam, aqidah dan akhlak-lah yang harus diutamakan bukan simbol-simbol semata … !!!
Wallaahu ‘alam bish-shawwab …
Mohamad Risdaya Fadil

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>