«

»

Pinjami Aku Satu Hari Saja

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

d5Perlahan….tubuhku diturunkan ke dalam lubang yang sempit…
Namun dengan cepat kemudian badanku ditimbun tanah
Lalu semua orang meninggalkanku
Masih terdengar jelas langkah kaki mereka
Kini aku sendirian…di tempat yang gelap, tak pernah terbayangkan
Sekarang aku sendiri, menunggu ujian

Suami belahan jiwa pun pergi
Anak… yang di tubuhnya mengalir darahku… juga pergi
Apalagi sahabatku… kawan dekat… rekan bisnis…
Ternyata aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka
Menyesal pun… tiada berguna
Taubat tak lagi diterima
Minta maaf… tak lagi didengar..
Kini aku sendirian mempertanggung jawabkan apa yang pernah aku lakukan…

Ya Allah, kalau boleh…
Tolong pinjamkan satu hari saja milik-Mu
Aku akan berkeliling mohon maaf kepada mereka
Yang telah merasakan kezalimanku
Yang susah dan sedih karena ulahku
Yang aku sakiti hatinya
Yang telah aku bohongi

Ya Allah,,,berikan aku satu hari saja
Untuk memberi seluruh baktiku untuk ayah ibu tercinta
Demi memohon maaf atas kata-kataku yang keras lagi tak sopan
Maafkan aku, Mama..Papa..,
Aku sungguh ingin memohon ridha mereka..
Maafkan aku..
Aku ingin mengatakan bahwa aku sangat berterimakasih
Atas apa yang mereka korbankan untukku

Ya Allah… pinjamkan satu hari saja
Yang akan aku gunakan setiap detiknya
Untuk ruku’ dan sujud kepada-Mu
Beramal shalih dengan tulus
Menyedekahkan seluruh hartaku yang tersisa, di jalan-Mu
Menyesaaaaal… sekali rasanya

Waktu-waktuku berlalu dengan sia-sia
Bahkan Al Qur’an firman-Mu dengan malas-malasan kubaca
Andai kubisa putar ulang waktu itu..
Tapi… aku telah dimakamkan hari ini…

Sakitnya sakaratul maut masih menancap pada setiap senti tubuhku yang kini kaku
Tenggorokanku serasa ditancapi dahan besar yang penuh duri tajam
Lalu dahan itu ditarik dengan sekuat tenaga oleh malakul maut
Sakit…. sakit sekali…
Seratus tahun pun tak hilang rasa sakit ini…
Kulit dan tulangku seperti digergaji lalu direbus dalam belanga
Nyeri… panas….masih terasa
Dagingku pun terasa terlepas dari tulangnya
Duhai … kerasnya tarikan malakul maut itu…

Seandainya aku masih bisa bercerita…
Tentu tak akan tenang tidur teman-temanku yang masih hidup
Seumur hidup mereka tak akan pernah lagi tidur nyenyak..
Andai saja mereka tahu…
Baru beberapa saat dalam gelap…

Masih terdengar sayup-sayup suara sandal orang-orang yang meninggalkanku…
Tanah kuburku masih gembur
Baru saja ditidurkan sendirian
Aku lihat tanah kuburan ini makin lama makin menyempit
Dari kiri, kanan, atas dan bawah, makin mendekat
Aku ngeri… mereka terus menghimpitku dengan kejam
Aku ingin berteriak…tapi tak mampu…
Tubuhku remuk, rusukku bertindihan
Organ-organ dalamku hancur

Inilah yang dijanjikan Allah pada semua mayat, termasuk mayat orang shalih
Akankah diluaskan lagi kuburku setelah ini?
Bagaimanakah aku menjawab pertanyaan ujian setelah ini?
O…andaikan aku bisa keluar dari sini…

Merenung dan berfikirlah saat ini, dimana masih ada waktu tersisa..

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>