«

»

Bertahan Ketika “Diajak” Selingkuh

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

d53Seorang pria yang telah beristeri tanpa sengaja berkenalan dengan seorang gadis berparas cantik di sebuah kantin kompleks perkantoran, karena ada urusan pekerjaan mereka pun akhirnya saling tukar PIN BB dan akun Facebook.

Malam harinya si gadis mulai BBM si pria :
Gadis : Mas hebat ya. Punya usaha sendiri, sukses pula
Pria : Terima kasih ya :)
Esoknya si gadis menelpon sekedar say hallo.
Gadis : Kapan ya mas, kita makan bareng lagi?
Pria : Oke kapan aja boleh

Setelah itu mereka masih sering berhubungan melalui Pesan Facebook dan BBM, sesekali juga janjian pergi makan siang bareng. Hari-hari berlalu, tiada hari tanpa kontak antara mereka. Sampai suatu hari, si gadis BBM, isinya adalah :

“Mas… Sebenarnya aku mencintaimu, aku tahu kamu udah punya keluarga, tapi aku mau menerima kondisi sebagai selingkuhanmu atau mungkin isteri keduamu.. Jika mas mau, aku siap mas.. dan maaf jika aku mengganggu perasaanmu.

Dengan berat hati pria itu menjawab : “Dik, aku mengerti dan paham maksudmu… tapi dengan berat hati aku harus jawab TIDAK! Aku tahu kamu memang cantik, dan aku yakin semua lelaki pasti mengatakan tubuh dan parasmu elok dan cantik.

Tapi, tahukah kamu kenapa aku bisa tampil baik dan hingga usahaku sukses? Itu semua karena dorongan dan semangat isteriku. Sungguh sangat berdosa jika aku harus berselingkuh dengan seseorang yang hanya mengagumiku karena tahu kalau aku sekarang sudah sukses.

Kamu menyukai aku tidak ikhlas, kamu hanya melihat tampilanku semata. Padahal ada seseorang yang tersayang di rumah yang telah bersusah payah mendorong aku agar selalu tampil sebaik mungkin, dia adalah istriku tercinta. Kalau kamu menyukai aku, artinya kamu tinggal memetik hasilnya, dan cara ini tidak fair, cara curang seperti ini tidak pernah abadi.

Tahukah kamu bahwa aku memulai ini dari nol dan isteriku yang selalu mendampingiku di kala susah, terpuruk dan sukses seperti ini. Tahukah kamu bahwa isteriku yang selalu mendoakan kesuksesanku hingga aku bisa menjadi seperti ini. Kamu memang cantik, tapi hati isteriku lebih cantik. Terima kasih atas cintanya, maaf.. aku tidak bisa membalas seperti kehendakmu.

Wahai para pria, sanggupkah kau seperti kisah di atas ??

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>