«

»

Tawakkal Dan Pasrah

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

d79Ada seorang ahli ibadah di suatu tempat terpencil di pedesaan. Dia menjadi teladan bagi masyarakat dan tetangganya karena ibadahnya yang tak henti siang dan malam.

Tak jarang penduduk kampung bertanya padanya dalam hal permasalahan agama. Mereka menjadikannya sebagai contoh bagaimana cara beriman kepada Allah.

Namun, Pada suatu hari…..Terjadi topan badai yang menenggelamkan kampung tempat ia tinggal. Tidak ada seorangpun bisa selamat tanpa perahu, sampan atau sekoci.

Suatu kali sebagian penduduk kampung lewat di depan rumah ahli ibadah itu untuk menyelamatkannya. Namun ia berkata: “Tidak perlu, Allah yang akan menyelamatkanku. Pergilah kalian!” Tidak lama, sebagian penduduk kampung yang lain lewat di depan rumahnya, tapi ia tetap berkata: “Tidak perlu, Allah yang akan menyelamatkanku. Pergilah kalian!”

Kemudian lewat sekoci keluarga terakhir yang berusaha menyelamatkan dirinya dari banjir besar itu. Mereka berkata kepadanya: “Naiklah bersama kami. Kami adalah orang terakhir dari penduduk kampung yang mengungsi. Bila tuan tidak pergi bersama kami, tuan akan tenggelam”. Ahli ibadah itu tetap menjawab: “Tidak perlu, Allah yang akan menyelamatkanku. Pergilah kalian!”

Setelah topan badai berakhir, penduduk kampung berkumpul, saat itu mereka menemukan jasad ahli ibadah tersebut. Melihat hal itu, terjadi perdebatan antara penduduk kampung; di mana Allah? Kenapa Dia tidak menyelamatkan hamba-Nya? Akibatnya sebagian mereka buruk sangka kepada Allah.

Untunglah datang seorang ahli hikmah yang memahami keadaan. Dia berusaha menjelaskan: “Siapa yang mengatakan kepada kalian bahwa Allah tidak menyelamatkannya? Allah sudah menyelamatnya sebanyak tiga kali, ketika Dia mengutus tiga keluarga untuk membantunya. Akan tetapi ia tidak ingin diselamatkan”.

Allah tidak akan menurunkan bantuannya kepada kita dengan cara kurafat dan angan-angan. Melainkan Allah menjadikan “sebab” sebagai jalan keluar segala permasalahan. Manusia wajib bersungguh-sungguh dan menempuh prosedur yang seharusnya ia lakukan, yang sesuai dengan sunnatullah di alam ini. Setelah itu baru ia berharap turunnya bantuan dari Allah.

Rasulullah berkata kepada salah seorang shahabat: “Ikat dulu untamu, setelah itu baru tawakkal kepada Allah!” Ada perbedaan yang nyata antara tawakkal dan pasrah.

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>