«

»

Sifat Kematian

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

f77Kematian tidak bisa ditebak kapan akan bertandang ke jiwa manusia, ia bagai tak kasat mata mengintai keseharian kita, tak ada yang tahu kepastianya melainkan Allah SWT. Inilah rupanya yang menjadi titik terang kenapa manusia harus hati-hati dalam kehidupannya, kenapa semua manusia saling berlomba berharap agar mengakhiri hidupnya dengan khusnul khotimah. Dengan kemisteriusannya ini, manusia dituntut untuk berhati-hati dalam bertindak, ber- muhasabah diri sebelum tiba masa penghitungan amal yang sesungguhnya.

Seperti apa dan bagaimana cara kita akan menju kematian, semua tergantung kita semua, ada yang mati dalam keadaan sujud (ini yang banyak diharapkan manusia kebanyakan), ada yang mati dalam keadaan normal lantaran digerus penyakit di atas ranjang rumah sakit, atau mungkin ada yang mati dalam keadaan sungguh memiriskan (ketika ia tengah bergelut di tempat penuh maksiat dan penuh kutukan Tuhan). Semua tidak bisa ada yang menebak, kapan ia akan bertamu ke rumah kita!!!

Kematian bersifat al yakin dan pasti terjadi, sebagaimana firman Allah SWT :

Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?”. Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah”. mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu, mereka berkata: “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini”. Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. dan Alloh (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS. Ali Imron, 3:154).

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu, barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka sungguh ia telah beruntung, kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali Imron, 3:185).

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”, maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?. (QS. An Nisa, 4:78).

Pencabutan Sementara (Tidur)

Pencabutan sementara ruh dari jasad adalah sewaktu manusia sedang tidur.

Dan Dia-lah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur-(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. (QS. Al An’am, 6:60).

Pencabutan Permanen (Kematian)

Pencabutan ruh dari jasad untuk selamanya dinamakan mati, sebagaimana firman-Nya :

Alloh memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.(QS. Az.Zumar, 39:42).

Waktu Terjadinya Kematian

Waktu terjadinya kematian adalah sudah ditentukan oleh Allah SWT, sehingga tidak dapat ditangguhkan sedikitpun, sebagaimana firman-Nya :

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Alloh Maha mengenal apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Munaafiquun, 63:11).

Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan. (QS. Al Waaqi’ah, 56:60).

Kematian Adalah Rahasia Allah SWT

Kematian manusia adalah rahasia Allah SWT, hanya Allah SWT lah yang mengetahuinya. Jin pengikut nabi Sulaiman AS juga tidak dapat mengetahui kematian nabi Sulaiman AS, sebagaimana firman-Nya :

Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan. (QS. Saba’, 34:14).

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>