«

»

Kematian Manusia

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

f76Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Seratus empat orang lelaki, wanita dan kanak-kanak pada 19 Desember 1997 telah bertolak dari Jakarta menuju ke Singapura dengan pesawat Boeing 737 nomor penerbangan MI185. Pasti tidak ada seorangpun diantara para penumpang pesawat itu yang menduga bahwa meraka akan menghadapi maut tidak lama setelah mereka bertolak dari Jakarta. Malangnya, pesawat tersebut nahas dan jatuh berkeping-keping di Palembang, dekat Sungai Musi dan semua penumpangnya tewas.

Diseluruh dunia ini tidak terhitung betapa banyaknya orang yang mati dalam berbagai malapetaka seperti itu seperti hilangnya pesawat Malaysia MH-370 yang mengangkut penumpang sebanyak 238 orang dan disusul pula oleh pesawat Malaysia yang lainnya yaitu MH-17 yang tertembak jatuh di Ukraina yang membawa penumpang 295 orang ditahun 2014, selain itu penyebab kematian juga akibat terjadinya bencana alam yang datang dengan tiba-tiba seperti gempa bumi, angin taufan, tsunami, kapal tenggelam, kecelakaan laulintas dan lain sebagainya. Setiap hari, ada orang yang meninggal bahkan pada waktu anda membaca tulisan ini ada orang yang sedang menghadapi maut. Ramai orang yang berusaha untuk hidup lebih lama melalui senam kesehatan, berhenti merokok, makan vitamin-vitamin, peralatan kesehatan, ramuan herbal dan lain sebagainya.

Namun kita tidak dapat menyangkal kenyataan. Pada suatu hari kita akan meninggal dunia juga, dan apa saja yang kita lakukan tidak dapat menghalangi datangnya maut. Ada yang berkecenderungan bahwa kita tidak akan mati apalagi jika segalanya berjalan dengan baik, jika tidak ada kekurangan, jika ekonomi berkecukupan, suasana aman damai, dan kita cukup makan. Pada kondisi seperti itu kematian terlalu mudah untuk dilupakan.

Pada dasarnya kematian adalah sesuatu peristiwa yang tidak dapat dihindarkan oleh siapapun di dunia ini. Kebanyakan orang juga berpendapat bahwa kematian adalah persoalan orang-orang yang sudah tua saja, tetapi sebenarnya, kematian itu tidak memandang umur. Sebagaimana matahari terbit dan terbenam setiap hari, kematian pasti akan tiba, sama ada orang yang berkuasa, berpangkat, pandai, kaya atau miskin. Kematian itu menjadikan mereka yang berpangkat tinggi sama dengan yang miskin atau berpangkat rendah.

Manusia ditetapkan mati hanya sekali saja dan setelah itu akan dihakimi. Manusia diminta untuk tetap bersiap sedia dan berwaspada akan datangnya saat kematian dan selepas itu bersiap pula untuk mempertanggungjawabkan segala yang telah anda melakukan sewaktu didunia ini kepada Hakim Agung. Dia-lah yang berkuasa untuk memasukkan anda ke Surga atau mencampakkan anda ke Neraka Jahanam.

Kematian (kiamat sugro) adalah terpisahnya ruh dari jasad manusia yang di cabut oleh malaikat Maut. Pencabutan ruh terjadi sesuai dengan ketetapan yang telah ditentukan oleh Allah SWT sehingga bisa terjadi di mana saja dan kapan saja.

Demi (Malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras dan (Malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut. (QS. An Naaziaat, 79:1-2).

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>