«

»

Kenapa Terjadinya Bencana

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

k4Bencana adalah merupakan ketentuan yang berasal dari Allah SWT, pada sub bab ini kita ambil judul proses terjadinya bencana, hal ini berdasarkan kisah-kisah dalam Al Qur’an tentang kaum-kaum yang di azab oleh Allah SWT, misalnya kaum Nuh, kaum ’Aad, Kaum Tsamud, Kaum Madyan, Fir’aun dan lain sebagainya. Kaum-kaum tersebut pada mulanya telah sesat yaitu menyembah berhala, kemudian didatangkan rasul Allah SWT untuk memberi peringatan, mereka menolak dakwah rasul, mereka tetap menyembah berhala, diperingatkan akan datangnya azab, mereka tetap taat kepada berhala, kemudian datangnya azab. Allah SWT Maha Adil lagi Maha Bijaksana, jadi bencana atau azab tidak datang secara tiba-tiba, akan tetapi telah melalu proses yang panjang. Bencana atau azab akan didatangkan oleh Allah SWT apabila manusia sudah tidak mau lagi menerima ayat-ayat Allah SWT dan tidak menerima atau beriman kepada para nabi dan rosul-Nya. Dengan demikian maka bencana terjadi akibat kesalahan manusia atau kaum itu sendiri yaitu tidak mau melaksanakan ayat-ayat Allah SWT dan tidak taat pada nabi dan rosul-Nya, sebagaimana firman-Nya :

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi rasul kepada segenap manusia. dan cukuplah Allah menjadi saksi. (QS. An Nisa, 4:79).

Dan tunggulah (akibat perbuatanmu), sesungguhnya kamipun menunggu (pula).” (QS. Huud, 11:122).

“Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)”. (QS. An Naml, 27:55).

Sehingga mereka mengingkari akan rahmat yang telah Kami berikan kepada mereka. Maka bersenang-senanglah kamu sekalian, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu). (QS. Ar Rum, 30:34).

1. Allah SWT Mengutus Seorang Rasul

Allah SWT akan mengutus rosul-Nya dari kalangannya mereka sendiri untuk kaumnya yang kehidupannya sudah menyimpang dari jalan Allah SWT, seperti nabi Nuh AS diutus untuk kaumnya sendiri yang telah menyembah berhala, begitu juga nabi Huud AS diutus untuk kaumnya sendiri yaitu kaum ’Aad, nabi Shaleh AS diutus untuk kaumnya sendiri yaitu kaum Tsamud, begitu juga nabi dan rosul yang lainnya juga seperti itu, sebagaimana firman-Nya :

Dan kepada kaum ‘Aad (Kami utus) saudara mereka, Huud. ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Robb selain Dia. kamu hanyalah mengada-adakan saja. (QS. Huud, 11:50).

Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Robb selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, sesungguhnya Robb-ku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).” (QS. Huud, 11:61).

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim. (QS. Al Ankabuut, 29:14).

2. Ditolaknya Dakwah Rasul Allah SWT

Setelah diutus seorang rosul dari kaumnya sendiri yang memberikan peringatan agar hanya menyembah Allah SWT saja, maka kaum yang zalim itu menolak dan mengingkari ayat-ayat Allah SWT dan memusuhi rosul-Nya, mereka lebih memilih menuruti perintah para penguasa dan pemuka-pemuka kaumnya, sebagaimana firman-Nya :

Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka: “Tahukah kamu bahwa Shaleh di utus (menjadi rasul) oleh Robb-nya?”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya”. Orang-orang yang menyombongkan diri berkata:

“Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu”. (QS. Al A’raf, 7:75-76).

Dan itulah (kisah) kaum ‘Aad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Robb mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). (QS. Huud, 11:59).

Nuh berkata: “Ya Robb-ku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran) dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat. Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan. Kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam. (QS. Nuh, 71:5-9).

3. Penduduknya Tetap Taat Pada Berhala

Kaum yang zalim itu tetap menyembah berhala dan mengikuti adat isti adat yang telah diciptakan oleh nenek moyang mereka sendiri, sebagaimana firman Allah SWT :

Kaum ‘Aad berkata: “Hai Huud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu. (QS. Huud, 11:53).

Kaum Tsamud berkata: “Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami ? dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap (dien) yang kamu serukan kepada kami.” (QS. Huud, 11:62).

Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr”. (QS. Nuh, 71:23).

4. Diperingatkan Datangnya Azab

Setelah berulangkali diberi peringatkan agar mereka hanya menyembah Allah SWT dan meninggalkan berhala, maka kaum yang zalim tetap tidak mau menaatinya. Kemudian mereka diancam akan datangnya azab Allah SWT, sebagaimana firman-Nya :

Dan (Dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Robb-mu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS. Huud, 11:52).

Hai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Huud atau kaum Shaleh, sedang kaum Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu. Dan mohonlah ampun kepada Robb-mu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Robb-ku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. (QS. Huud, 11:89-90).

Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Robb-mu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. (QS. Nuh, 71:10-11).

5. Penduduk Kota Yang Beriman Akan Berhijrah

Setelah dipastikan bahwa penduduk suatu kota telah sesat dan sudah tidak dapat diberi peringatkan lagi maka Allah SWT akan akan memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk berhijrah meninggalkan kota tersebut. Perintah hijrah ini untuk menyelamatkan hamba-hambanya sebelum terjadinya bencana, misalnya kisah nabi Luth AS yang diperintahkan meninggalkan kota, kisah nabi Nuh AS yang berhijrah menuju bahtera yang telah disiapkannya, sebagaimana firman-Nya :

Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Robb-mu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh, bukankah subuh itu sudah dekat?”. (QS. Huud, 11:81).

Lalu kami wahyukan kepadanya: “Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tanur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. (QS. Al Mu’minuun, 23:27).

6. Datangnya Bencana Yang Dijanjikan Allah SWT

Setelah hijrahnya orang-orang yang beriman dan bertaqwa, maka yang berdiam dikota tersebut tinggalah orang-orang yang zalim, kemudian datanglah azab dari Allah SWT menimpa kota tersebut, sebagaimana firman-Nya :

Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, Sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Robb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud. (QS. Huud, 11:67-68).

Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke Neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah. (QS. Nuh, 71:25).

7. Allah SWT Menyelamatkan Hamba-Nya Dari Bencana

Bencana atau azab Allah SWT hanya ditujukan kepada orang kafir, sedangkan orang yang beriman dan bertaqwa diselamatkan oleh Allah SWT, sebagaimana firman-Nya :

Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. (QS. Yunus, 10:103).

Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Huud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami; dan kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat. (QS. Huud, 11:58).

Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Robb-mu Dia-lah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS. Huud, 11:66).

Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya. (QS. Huud, 11:94).

Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdoa, dan Kami memperkenankan doanya, lalu Kami selamatkan dia beserta keluarganya dari bencana yang besar. (QS. Al Anbiyaa, 21:76).

Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu. (QS, Asy Syu’ara, 26:65-66).

Berkata Ibrahim: “Sesungguhnya di kota itu ada Luth”. para malaikat berkata: “Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya. dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). (QS. Al Ankabuut, 29:32).

8. Hilangnya Generasi Zalim

Setelah terjadi bencana maka binasalah orang-orang yang zalim dan kafir, maka terputuslah generasi mereka, mereka tidak akan melahirkan lagi keturunan-keturunan yang ingkar kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya :

Nuh berkata: “Ya Robb-ku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas Bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat ma’siat lagi sangat kafir. (QS. Nuh, 71:26-27).

Ya Robb-ku! ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumah-Ku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan”.(QS. Nuh, 71:28).

9. Terciptanya Generasi Terbaik

Setelah terjadinya bencana maka binasalah orang-orang yang zalim dan selamatlah orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Terjadinya bencana mengakibatkan terputusnya generasi penerus orang-orang yang zalim, dan berganti dengan generasi kaum yang beriman dan bertaqwa hanya kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya :

Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu dan Robb-ku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikitpun. Sesungguhnya Robb-ku adalah Maha pemelihara segala sesuatu. (QS. Huud, 11:57).

Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zalim yang teiah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya). (QS. Al Anbiyaa, 21:11).

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>