«

»

Tempat Terjadinya Bencana

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

k3Tempat terjadinya bencana adalah di kota-kota, karena kota adalah tempat berdiamnya banyak penduduk. Karena yang dimaksud bencana dalam bahasan ini adalah banyaknya korban manusia yang mendapatkan azab, bukan korban binatang atau tumbuhan. Tempat atau kota yang akan mendapatkan bencana atau tidak akan mendapatkan bencana telah ditentukan oleh Allah SWT berdasarkan firman-firman-Nya, yaitu kota yang belum kedatangan rasul, kota yang penduduknya sebagian beriman, kota yang penduduknya zalim, dan kota yang penduduknya beriman. Allah SWT tidak akan membinasakan negeri-negeri itu secara zalim, sebagaimana firman-Nya :

Dan Robb-mu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. Huud, 11:117).

Kota Yang Belum Kedatangan Rasul

Allah SWT adalah Maha Adil dan Maha Bijaksana, Dia tidak pernah berbuat zalim lagi aniaya kepada makhluknya, Allah SWT tidak akan membinasakan kota-kota yang penduduknya belum kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul), sebagaimana firman-Nya :

Dan tidak adalah Robb-mu membinasakan kota-kota, sebelum dia mengutus di ibukota itu seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota, kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman. (QS. Qoshosh, 28:59).

Yang demikian itu adalah karena Robb-mu tidaklah membinasakan kota-kota secara aniaya, sedang penduduknya dalam keadaan lengah. (QS. Al An’am, 6:131).

Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeripun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan. (QS. Asy Syu’aara, 26:208).

Kota Yang Sebagian Penduduknya Beriman

Allah SWT amat sayang sekali pada hambanya yang beriman, Allah SWT tidak akan mengazab tempat suatu kaum kafir yang didalamnya masih ada sebagian orang yang beriman, hal ini terjadi saat orang musyrikin Quraisy Mekah meminta kepada Allah SWT untuk di azab, akan tetapi Allah SWT tidak mengabulkannya, sebagaimana firman-Nya :

Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih”. Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun. (QS. Al Anfaal. 8:32-33).

Sungguh luar biasa kasih sayang Allah SWT, hanya satu orang yang beriman tapi dapat menyelamatkan sebuah kaum, sebagaimana yang terjadi dalam kisah nabi Yunus AS, sebagaimana firman-Nya :

Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? tatkala mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu. (QS. Yunus, 10:98).

Kota Yang Penduduknya Zalim

Bagi kota-kota yang penduduknya berbuat zalim kepada Allah SWT dan rosul-Nya maka Allah SWT akan mengazabnya, sebagaimana firman-Nya :

Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi. (QS. Al Hajj, 22:45).

Dan berapalah banyaknya kota yang Aku tangguhkan (azab-Ku) kepadanya, yang penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Ku-lah kembalinya (segala sesuatu). (QS. Al Hajj, 22:48).

Kota Yang Penduduknya Beriman

Bagi kota-kota yang penduduknya beriman dan bertaqwa maka Allah SWT akan menjadikan negeri itu negeri yang makmur (gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja), yaitu mendapatkan berkah dari langit dan bumi, sebagaimana firman-Nya :

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al A’raaf, 7:96).

Kota yang makmur dan aman adalah kota-kota yang penduduknya beriman kepada Allah SWT dan hari kemudian, atau kota-kota yang diberlakukannya ayat-ayat Allah SWT. Kota-kota yang makmur seperti ini bukan hanya dinikmati oleh orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian saja tapi juga dapat dinikmati oleh orang kafir juga, sebagaimana do’a nabi Ibrahim AS dalam firman Allah SWT :

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Robb-ku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. (QS. Al Baqoroh, 2:126).

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>