«

»

Waktu Terjadinya Bencana

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

k2Waktu terjadinya bencana menurut Al Qur’an ada beberapa waktu yaitu : malam hari, pagi hari, siang hari dan datangnya secara tidak terduga.

Malam Hari

Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk)nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari. (QS. Al A’raf, 7:4).

Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?. (QS. Al A’raf, 7:97).

Katakanlah: “Terangkan kepadaku, jika datang kepada kamu sekalian sikaaan-Nya di waktu malam atau di siang hari, apakah orang-orang yang berdosa itu meminta disegerakan juga ?” (QS. Yunus, 10:50).

Pagi Hari

Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?. (QS. Al A’raf, 7:98).

Maka apabila siksaan itu turun dihalaman mereka, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu. (QS. Ash Shaffaat, 37:177).

Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur di waktu pagi. (QS. Al Hijr, 15:83).

Datangnya Tidak Terduga

Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? tiada yang merasa aman dan azab Alloh kecuali orang-orang yang merugi. (QS. Al A’raf, 7:99).

Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab, kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan, benar-benar telah datang azab kepada mereka, dan azab itu benar-benar akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya. (QS. Al Ankabuut, 29:53).

Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Robb-mu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya. (QS. Az Zumar, 39:55).

Macam-Macam Bencana

Allah mengazab kaum kafir dengan berbagai macam bentuknya, sebagaimana firman-Nya :

Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka diantara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam Bumi, dan diantara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS. Al Ankabuut, 29:40).

Hujan Batu

Azab hujan batu telah ditimpakan kepada umat nabi Luth AS yang tidak beriman karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah SWT dan mendustakan rosul-Nya, sebagaimana firman-Nya :

“Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu”. (QS. Asy Syu”ara, 26:173).

Suara Yang Sangat Keras

Azab suara yang sangat keras telah ditimpakan kepada kaum Tsamud pada jaman nabi Shaleh AS karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah SWT dan mendustakan rosul-Nya, sebagaimana firman-Nya :

“Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang”. (QS. Al Qomar, 54:31).

Ditimpa Gempa Bumi

Azab Gempa Bumi telah ditimpakan kepada kaum Madyan pada jaman nabi Syu’aib AS karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah SWT dan mendustakan rosul-Nya, sebagaimana firman-Nya :

“Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan didalam rumah-rumah mereka”. (QS. Al A’rof, 7:91).

Maka mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka. (QS. Al Ankabuut, 29:37).

Ditenggelamkan

Kaum yang ditenggelamkan adalah Fir’aun dan pengikutnya di Laut Mereh pada jaman nabi Musa AS dan Nabi Harun AS, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah SWT dan mendustakan rosul-Nya, sebagaimana firman-Nya :

Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan. (QS. Al Baqoroh, 2:50).

“Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya didalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan Ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mati hatinya)”. (QS. Al A’rof, 7:64)

Angin Yang Sangat Kencang

Azab Angin yang sangat kencang telah ditimpakan kepada kaum ”Aad pada jaman nabi Huud AS karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah SWT dan mendustakan rosul-Nya, sebagaimana firman-Nya :

“Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus”. (QS. Al Qomar, 54:19).

Sikap Orang Kafir Apabila Datang Bencana

Sikap orang kafir sewaktu hidup di dunia adalah bersikap sombong dan angkuh baik kepada Allah SWT, rasul-Nya maupun kepada sesama manusia, akan tetapi apabila mereka tertimpa bencana yang akan mengancam jiwanya yaitu bencana kematian maka keangkuhan dan kesombongan mereka akan berubah, mereka tiba-tiba akan berputus asa dengan datangnya azab, tiba-tiba mereka ingin beriman, tiba-tiba mereka menjadi panik dan ingin kembali ke dunia agar dapat beramal shaleh..

Berputus Asa

Sikap pertama orang kafir apabila terjadi bencana yang akan mengancam jiwanya yaitu azab kematian maka mereka akan berputus asa karena mereka melihat azab yang akan diterimanya dan meninggalkan apa-apa yang disenangi sewaktu di Dunia, sebagaimana firman-Nya :

Hingga apabila Kami bukakan untuk mereka suatu pintu tempat azab yang amat sangat (di waktu itulah) tiba-tiba mereka menjadi putus asa. (QS. Al Mu’minun, 23:77).

Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan. (QS. Fushshilat, 41:49).

Menjadi Panik

Sikap kedua orang kafir apabila terjadi bencana yang akan mengancam jiwanya yaitu azab kematian maka mereka menjadi panik karena melihat azab yang akan menimpanya karena tidak sempat mempersiapkan diri amal perbuatan untuk kehidupan akhirat, sebagaimana firman-Nya :

Sebenarnya (azab) itu akan datang kepada mereka dengan sekonyong-konyong lalu membuat mereka menjadi panik, maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) mereka diberi tangguh. (QS. Al Anbiyaa, 21:40).

Tiba-Tiba Beriman

Sikap ketiga orang kafir apabila terjadi bencana yang akan mengancam jiwanya yaitu azab kematian maka mereka ingin sekali menjadi orang yang beriman karena mereka tahu bahwa hanya orang-orang yang berimanlah yang akan selamat dari azab Allah SWT, sebagaimana firman-Nya :

Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata: “Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah”. (QS. Al Mu’min, 40:84).

Berharap Kembali ke Dunia

Sikap keempat orang kafir apabila terjadi bencana yang akan mengancam jiwanya yaitu azab kematian, setelah kematian mendatanginya maka mereka ingin sekali kembali ke dunia agar diberi kesempatan sekali lagi untuk beramal sholeh yang dapat menyelamatkannya dari azab Allah SWT, sebagaimana firman-Nya :

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Robb-ku kembalikanlah aku (ke dunia). (QS. Al Mu’minuun, 23:99).

Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada baginya seorang pemimpinpun sesudah itu. dan kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab berkata: “Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?” (QS. Asy Syuura, 42:44).

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>