«

»

Kekuatan Cinta

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

m2Di sebuah taman tinggallah keluarga burung pipit. Mereka bersarang di pohon yang rindang, di pucuk dekat dahan yang terjulur ke tengah kolam. Ada seekor pipit kecil yang tinggal di sana, sementara kedua induknya terbang bolak-balik untuk mencari makan. Kadang kedua sejoli itu membawa ranting kering untuk penghangat burung pipit yang baru menetas itu. Cericit nyaring kerap terdengar, tanda si kecil butuh makan dan butuh kehadiran induknya.

Dua minggu telah berlalu, pipit kecil itupun sudah mulai tumbuh dewasa. Bulu-bulu di tubuhnya sudah mulai rapat. Paruhnya pun tampak lebih runcing, bulu yang muncul di kedua sayap semakin banyak , itu berarti sang pipit harus mulai belajar terbang dan mengepakan sayap-sayap kecil di udara. Kedua induk pipit itu mulai tidak sabar utuk melatihnya terbang beriring. Maka beberapa pekan selanjutnya mulailah mereka mengajak pipit muda itu keluar dari sarang.

“Ayooo, sekarang saatnya belajar terbang ,” cericit Ayah pipit kepada kedua anaknya. ” sayap-sayapmu sudah tumbuh, cobalah kepakan di udara..” Namun sang Ayah mendapatkan jawaban pendek .” Aku tak mau belajar terbang, aku malas.”
sang Ayah yang sudah bertengger disisi dahan kembali terbang ke sarang. ” Kenapa ” tanyanya . ” Sayapku masih kecil” jawab si pipit, lagipula , aku belum mau terbang, tempat ini pun terlalu tinggi , tentu sakit sekali jika aku terjatuh.” mendengar kata-kata tersebut sang Ayah pipit mengepak-ngepakan sayapnya . Ia terbang berkeliling, berputar-putar di sarangnya . Pipit kecil hanya memperhatikan. ” Kita bangsa burung, pasti punya sayap. Tapi bukan sayap itu saja yang membuat kita terbang. Tapi kepakan sayaplah yang membuat kita bertahan diudara. Cobalah kepakan sayapmu jangan berhenti .” Cericit kecil dari induk pipit terdengar ramai. kepakan sayap itu tak henti-henti. Biarkan sayapmu berlatih. Biarkan angin dan udara membuatnya kuat . bairkan sinar matahari yang membuatnya gesit. Biarkan tanah yang dibawahnya sebagai ujiannya.” Kepakan sayap Ayah membuat si kecil terpesona .

Ia mulai bangkit dari sarang dan berjalan meniti dahan .” Biarkan saja air hujan yg jatuh mengenai kedua sayapmu. Jadikan dahan-dahan ini tempatmu berkelit. Jangan berhenti menggerakan sayapmu jika ingin terbang seperti Ayah. Jangan berhenti.”
Pipit kecil mulai bergerak. Burung itu mulai mengayuh kedua sayapnya. Plap…Plap, sayap kecil itu terangkat perlahan. Plap…plap…plap….badanya mulai naik keatas. Lihat si kecil mulai terbang. Ups…badannya mulai oleng sedikit tapi plap..plap..plap….ia mulai terangkat kembali , pipit kecil mulai belajar terbang. Ia pun belajar kalo angin , udara, sinar matahari dan dahan-dahan itulah yang menjadi karibnya belajar.

Teman begitulah . Setiap mahluk , mempunyai keunikan masing-masing. Alloh menitipkan kepada burung sepasang sayap untuk terbang. Alloh juga mengamanatka sirip pada ikan agar bisa berenang. Alloh menunjukan kepada kita sepasang kaki yang kuat dari kuda agar hewan itu dapat berlari kencang, juga memperlihatkan kepada kita kuatnya badan gajah saat mereka membawa beban .

Namun, apakah Alloh langsung menciptakan burung yang bisa terbang, ikan yang terlahir luwes dalam berenang? Apakah Alloh serta merta menganugerahkan kaki-kaki yang kuat pada kuda dan badan yang kuat pada gajah , tanpa membuat hewan itu mengenal arti belajar…Saya kira tidak, Alloh menitipkan sepasang sayap pada burung agar mereka bisa terbang tapi juga menyandingkan dengan terpaan angin dan teriknya sinar matahari agar burung bisa bertahan di udara. Alloh mengamanatkan sirip pada ikan untuk berenang tapi juga memberikan derasnya arus dan lekukan-lekukan karang agar mereka luwes berkelit dalam air.

Begitulah kita, Alloh menitipkan begitu banyak kemudahan, tubuh yang sempurna, pikiran yang cerdas dan beragam kemuliaan yang kita miliki. Tapi, Alloh juga menyandingkan semua itu dengan cobaan, terpaan, tantangan, hambatan dan beragam ujian buat kita. Itu semua adalah bagian dari perjalanan kita dalam belajar, dalam berusaha. Itu semua adalah bagian dari rencana Alloh untuk kita, agar kita memahaminya. layakkah kita untuk berhenti, pantaskah kita untuk mengeluh??? Saya yakin semua ujian itu adalah rahasia Alloh agar kita makin sempurna, pikiran kita semakin terbuka,dan kemuliaan kita makin nampak.

Jangan pernah berhenti mengepakan sayapmu teman . Biarkan cobaan itu mebuatmu kuat. biarkan derasnya terpaan membuatmu gesit berkelit. Biarkan jiwa-jiwa pemenang itu memenuhi rongga hati mu, biarkan jiwa-jiwa sabar itu menjadi penyejuk bagimu. Selamat terbang, selamat tak henti mengepakan sayap-sayapmu.
Irfan Toni Herlambang

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>