«

»

Sakaratul Maut

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

k6Sakaratul maut adalah proses pengambilan nyawa (ruh) dari jasad oleh malaikat Maut (ada yang menamakan malaikat Ijroil), sebagaimana firman-Nya :

Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. itulah yang kamu selalu lari daripadanya. (QS. Qoof, 50:19).

Sekali-kali jangan, apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya): “Siapakah yang dapat menyembuhkan?”, dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan). (QS. Al Qiyamah, 75:26-29).

Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Robb-mulah kamu akan dikembalikan”. (QS. As Sajdah, 32:11).

Sakitnya Sakaratul Maut

Betapa sakitnya saat sakaratul maut, saat menjelang ajal, saat tercabutnya roh dari jasad manusia. Adalah Nabi Idris AS yang pernah menyampaikan hal ini dan diwariskan beritanya.

Dengan izin Allah SWT, akhirnya Nabi Idris AS dapat merasakan betapa sakitnya sakaratul maut. Ia mengibaratkan sakitnya kayak hewan yang dikuliti hidup-hidup. Suatu ketika Nabi Idris telah dikunjungi oleh Malaikat Izrail. Kemudian Beliau bertanya,

“Hai Malaikat Maut, kedatanganmu ini untuk mencabut nyawa atau berkunjung.”

Lalu Malaikat Maut menjawab bahwa kedatangannya itu untuk berkunjung dengan izin Allah.
Setelah mendengar jawaban Malaikat Maut, Nabi Idris AS berkata lagi,

“Hai Malaikat Maut, saya ada keperluan denganmu.”
“Kepentingan apa itu?” kata Malaikat Maut.
Setelah sejenak menghela nafas, Nabi Idris pun menjawab,

“Kepentinganku denganmu adalah supaya engkau mencabut nyawaku dan kemudian Allah menghidupkan kembali agar aku dapat lebih giat beribadah kepada Allah setelah aku merasakan sakaratul maut.”

Malaikat Maut keheranan mendengar permintaan Nabi Idris AS. Tapi Allah SWT memberi wahyu kepada Malaikat Maut agar dia mencabut nyawa Nabi Idris AS. Seketika itu juga Malaikat Maut mencabut nyawa Nabi Idris AS. Pedihnya Sakaratul Maut. Setelah menjalankan tugasnya itu Malaikat Maut menangis atas kematian Nabi Idris AS sambil memohon kepada Allah SWT untuk menghidupkan kembali Nabi Idris AS. Kemudian Allah SWT mengabulkan permohonan Malaikat Maut, maka Nabi Idris AS pun hidup kembali. Malaikat Maut bertanya kepada Nabi Idris AS

“Hai Saudaraku, bagaimana rasanya sakaratul maut itu?”

Nabi Idris a.s menjawab,”Sesungguhnya rasa sakaratulmaut itu saya umpamakan binatang yang hidup dilepas kulitnya dalam keadaan hidup-hidup dan begitulah rasanya sakaratul maut bahkan lebih seribu kali sakit.”

Kata Malaikat Maut, “Secara halus dan berhati-hati aku mencabut nyawa yang seperti itu selama-lamanya.”

Sakaratul Maut Orang Bertaqwa

Malaikat maut dalam melepaskan (mencabut) nyawa dari jasad orang bertaqwa adalah dengan cara lemah lembut dan diawali dengan salam, dan mereka menceritakan tentang kenikmatan-kenikmatan di Surga yang akan diperoleh sebagaimana firman Allah SWT :

(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam Surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. An Nahl, 16:32).

Sakaratul Maut Orang Kafir

Malaikat Maut dalam melepaskan nyawa dari jasad orang yang kafir adalah dengan cara kekerasan yaitu dengan cara dipukul dan disiksa serta diancam dengan azab yang lebih pedih lagi yaitu azab Neraka, sebagaimana firman-firman Allah SWT berikut ini :

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: “Telah diwahyukan kepada saya”, padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: “Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.” Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu” di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.(QS. Al An’am, 6:93).

Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa Neraka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri). (QS. Al An’fal, 8:50).

(yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata): “Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatanpun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. An Nahl, 16:28).

Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat mencabut nyawa mereka seraya memukul-mukul muka mereka dan punggung mereka? (QS. Muhammad, 47 : 27).

BagikanPin on PinterestShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>